Showing posts with label Project. Show all posts
Showing posts with label Project. Show all posts

Saturday, 26 October 2013

Third Giveaway By Ihza

Annyeong Haseyo!

Kali ini pertama kalinya aku ikut Giveaway without tag. Bismillah, wish me luck ya!


Syarat :
  • Follow Blog Aku :3 *wajib*
  • WARGANEGARA INDONESIA
  • Add : FB  *wajib bagi yg punya*
  • Follow : Twitter *wajib bagi yang punya* 
  • Like : FP *wajib bg yg punya*
Syarat Entry : 
  • Letakkan Banner diatas dan link kan ke entri ini
  • Buat Judul Entry  " Third Giveaway by Ihza"
  • Tag 3 orang temenmu, yang aktif NGEBLOG :) 
  • Jawab Pertanyaan Berikut 
Question : 
  • Menurut kamu aku orangnya kek gimana?
  • Apa kekurangan aku? *jawab jujur*
  • Blog ini menurutku kek gmn? 
  • Apa harapanmu tentang blog aku?
  • Wish kamu ? 
  • Followers blog mu? 
  • Suka template apa?
  • Alasannya? 
  • Doa kamu diumurku yg bertambah ini?
***
Jawabanku :

Syarat : 
  • Sudah
  • Yap!
  • Sudah
  • Sudah
  • Sudah
Syarat Entry :
  • Sudah
  • Sudah
  • Sudah
  • Oke!
Answers Question :
  • Kamu itu asyik, have fun, baik, dan ramah.
  • Aku kurang tahu, karena jarang nengok blog orang kecuali blog sahabat.
  • JELEK! Ups, JELAS KEREN! Sumpah, aku iri sama blog dan followers kamu! AAAA! Jlb ._.
  • Aku harap blogmu makin ramai, ada Fanpage Fansnya (hahaha), makin bagus, pokoknya wishing all the best!
  • Wish aku ; Aku bisa banggain orangtua, Rangking 1 seterusnya di SMP-SMA, blogku ramai, aku punya banyak buku terbitan, punya iPad, punya sahabat sejati selain Bella.
  • Alhamdulillah 48. Sedikit, ya? :(
  • Classic. Blogku Classic, walaupun harus mengedit susah payah.
  • Aku suka Classic Template karena aku suka yang simple-simple, padahal aku kalau soal fashion itu ribet/fashionable, hehehe.
  • Aku berharap keramahanmu bertambah dan sahabat baikmu bertambah banyak, juga pengunjung blog kamu semakin banyak! Aamiin...
Hadiah yang kupilih :
Paket 1 :
  • Edit Template FULL
  • 1 Pack Doodle
  • 1 Pack Font 
Paket 2 :
  • Buku Novel
Aku tag :
Semoga aku menang! Thank you Ihza udah mengadakan Giveaway ini! ^^

Sunday, 13 October 2013

Karakter Cewek Berdasarkan Bulan Lahirnya

Ni hao!

Kali ini aku akan share Karakter Cewek Berdasarkan Bulan Lahirnya. Inget, ya, CEWEK. Jadi, buat Cowok jangan ngarep-ngarep kalo karakter bulan lahirmu bagus :p
Let's C^E^K^I^D^O^T

~~~~~~~~~~~~~~~

Cewek Januari : Mempunyai bakat terpendam, mudah mencari pekerjaan, rajin dan tidak mudah putus asa.
Cewek Februari : Enak dilihat, banyak akal, disukai banyak orang dan berani dalam mengambil keputusan.
Cewek Maret : Moody, menawan, tidak membosankan, pandai berbicara, dan mempunyai banyak bakat terpendam.
Cewek April : Mau mengalah, tidak ketergantungan, kreatif, pandai berbicara, dan sangat pantang menyerah.
Cewek Mei : Cemburuan, penjaga rahasia, sangat bersahabat, tidak suka dikritik dan pandai berbicara.
Cewek Juni : Pintar bergaul, cemburuan, berani, bertanggung jawab, dan sangat suka bercanda.
Cewek Juli : Pintar bergaul, cemburuan, setia, suka mengobrol, dan tipe cewek romantis.
Cewek Agustus : Bersikap tenang, murah hati, wanita yang menarik, dan sangat menyayangi.
Cewek September : Wanita sederhana, pandai bergaul, seru orangnya, tipe cewek setia dan optimis.
Cewek Oktober : Pintar bergaul, agak malas, tetapi pandai, kreatif, dan tipe cewek yang setia.
Cewek November : Romantis, penuh kejutan, disukai banyak orang, fokus dan terbuka.
Cewek Desember : Menawan, romantis, setia, simple, humoris, dan sedikit agak royal.
 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
 
Oh iya, aku Cewek November. Ahayy, banyak yang suka sama aku :^ for Cowok, coming soon ya! Oh iya, kalian Cewek apa?

Monday, 7 October 2013

Cerpen : SMS Misterius

Hai All!
Aku buat cerpen lagi, nih! Cerpen ke... 3, kan? Kali ini cerpen yang kubuat adalah lomba di Event Facebook, tentunya lomba cerpen. Lombanya berhadiah buku KKPK. Sambil baca, sambil doakan aku menang, ya! Hehehe.. Oh iya, cukup tahu, bahwa ibu-ibu dan Mas Anto itu adalah kejadian nyata. Tapi, terornya enggak, kok.. kejadian nyatanya bahkan terjadi hari ini, lho! Ideku hebat, kan? Wkwk... Dan satu lagi, yang nyata cuma dari "Eyang," sampai "kembali ke rumah".

Finally, Wish Me Luck and Keep Reading! ^_^

SMS MISTERIUS

"Eyang, aku mau ke Mas Anto. Aku mau beli pulsa," pamitku lalu membuka pintu. Aku mengambil sepeda kecilku yang berwarna hijau, dan segera melesat ke Tukang Pulsa, Mas Anto yang bernama sama dengan nama ayahku. Aku sudah langganan disana.

Sambil membawa secarik kertas berisi nomor teleponku, serta uang sejumlah Rp30,000,000. Aku akan membeli pulsa sebanyak 25 ribu. Dihitung-hitung, banyak juga pengeluaranku bulan Oktober ini.

Kring... Kring...

Aku membunyikan bel sepedaku dengan nyaring begitu sampai di Toko Mas Anto. Disana, terlihat sosok ibu-ibu yang menatapku kepo dan tidak suka. Ufff, aku menghela napas pelan.

"Om, aku mau beli pulsa, dong!" ujarku begitu sampai.
"Pulsa apa?" tanya Mas Anto yang sedang mengetik.
"Mentari," jawabku singkat.
"Berapa?" Mas Anto menoleh ke arahku dan ibu-ibu menyebalkan itu.
"25 ribu aja, aku bayar langsung," sahutku lalu hendak menyerahkan kertas berisi nomor yang akan diisi pulsa. Ternyata, Mas Anto suruh mengeja. Ya, sudah, aku mengeja nomornya.

Aku merasakan keanehan di ibu-ibu itu. Saat aku membaca kertas, dia tampak sangat kepo dan menatapku hingga akhir aku pulang. Menyebalkan sekali!

"sok kenal," rutukku pelan saat beranjak pulang.
"makasih Om!" ucapku kepada Mas Anto, hampir lupa mengucap Terima Kasih kepadanya karena sudah mengisikan pulsa. Aku segera kembali ke rumah.

***

"Orang itu me-nye-bal-kan!" ceritaku di sela-sela telepon.
"ya, ya, ya. Aku tahu. Aku penasaran akan sosoknya," tanggap Rasha di seberang telepon.
"pokoknya...." kata-kataku terputus. "Ah, ada SMS. Nanti lagi, ya, Sha! Siapa tahu SMS penting, dari fans," kataku pamit dan sedikit GR.
"idiiww, fans? Mana ada yang mau nge-fans sama kamu, yeee," ledek Rasha.
"ihh, ada, dong." sahutku dengan jengkel dan berpikir, "Binatang," gurauku. Rasha tertawa terbahak-bahak.
"HAHAHA! Ya, sudah. Katanya ada SMS?" tanya Rasha yang masih tertawa.
"Oh iya, lupa aku. Oke, bye bye. HAHAHA!" aku menutup percakapan kami.

Huh, orang itu me-nye-bal-kan! gerutuku dalam hati. Aku kembali bicara tentang orang itu.

Ya, ORANG ITU, sosok ibu-ibu yang memperhatikanku ketat saat aku membeli pulsa tadi. Sekali lagi, ME-NYE-BAL-KAN! Eh, hampir lupa! Tadi, kan, ada SMS. Oke, karena terlalu kesal, jadi lupa, nih.

Hai Anak Kecil!
Kamu pasti hari ini sedang memakai baju Paris berbackground Putih dan Parisnya berwarna Pink dengan jeans berwarna hitam kebiru-biruan! Kamu juga tinggal di Komplek Intan Permata Jl. Permata I No. 6. Kamu juga anak kecil! Haha.. aku tahu karena aku tadi menemuimu! Tetapi kamu tidak tahu siapa diriku!

-PRIVATE NUMBER-

"HAH?!" aku menjerit seketika. Oh, Tuhan.. ada yang menerorku! Aku harus menghentikan dan menyelidiki teror ini! Sebagai hacker rahasia, aku mulai beraksi. Aku mulai membuka Private Number itu. Aha! Ketemu nomornya; 089876543210. Kena kau manusia misterius! Aku segera mengetik balasanku kepadanya :


Hai Orang Gak Jelas!
Oke, aku jujur. Aku gak tahu dirimu, aku hanya bertemu orang-orang yang aku kenal hari ini! Tapi, aku tahu nomormu dan TEROR PRIVATE NUMBER-mu telah berakhir karena aku seorang hacker andal. Aku bukan cracker dan aku adalah HACKER! So, jangan rahasia-rahasiaan lagi. Walaupun, siapa kamu belum terungkap.

-ORANG JELAS-

Oke, amarahku kambuh dan aku sedikit deg-degan. Hari gini masih neror pake Private Number? Capek, deh, cyiinn... cara orang itu, hmmm, cukup aneh menurutku. Dia tidak tahu bahwa aku seorang hacker andal yang bisa meng-hack Private Number. Ahaha! Jayus.

Ting Ting!

Sip, ini pasti si private number yang sudah terungkap! Olala, ternyata ayahku. Oke, tidak apa. Siapa tahu ada berita baik dari isi smsnya.

Nak, ayah pulang cepat. Sampai rumah ayah melihat kamarmu berantakan, awas saja.

Oh tidak, itu sebuah ancaman! Dan boleh jujur, aku orangnya malas. Malas dalam hal merapikan kamar. Maka itu, kamarku berantakan dan aku selalu tidur malam untuk membereskannya. Dan, berita buruk bagiku jika ayah pulang cepat! Mungkin itu berita baik bagi kalian semua, tetapi buruk bagiku! Arrghh, buruk banget-sekali!

Ada SMS lagi! Aku, kan, tidak membalas SMS ayah. Maka, oh... private number! Yeahaha... bertarung kembali kita.

Heh! Anak Kecil!
Jangan berani-beraninya melawanku, karena aku ORANGTUA! ORANG LEBIH TUA! Gak tau adab, kamu!

Whatever, dia orang yang lebih tua dariku? Sikapnya seperti anak-anak! Aku tidak peduli. Langsung saja kubalas,

Hei, ORANG-TUA GAK JELAS!
Aduh, aduh, aduh... ternyata orang-tua? orang yang-lebih tua? Fine aja, sih. Aku punya adab. Kamu yang gak punya adab, orang-tua. Sikap seperti anak kecil.

Termasuk mengejek, gak, sih? Ah, sudahlah. Yang penting, aku sudah membalas dia dan telah tahu nomornya yang tadinya private number. Menyenangkan juga menjadi hacker. Hack hanya dilakukan pada keadaan penting. Aku tidak menyalahgunakannya.

Aku merasa... oh, perasaan apa ini? Seperti menyelimuti pikiranku dan, noo...

***

Aku terbaring lemah di kasur. What?!

"Hai, Fira," sapa ayah lembut. Siapa yang memindahkanku ke kasur? Tanda tanya besar.
Aku hendak membuka mulut. Ayah yang tahu apa yang mau aku ucapkan, segera berkata, "iya, Fira. Kamu pingsan begitu lama. Entah dengan penyebab apa, tapi ayah menemukan kamu..." kata-kata ayah terputus. Dia menunjukkan SMS-ku dengan private number. Oh god! Ayah tahu itu!
"hei, ada SMS baru darinya..." gumamku dan segera merebut handphone-ku. SMS balasannya yang baru berisi :

Aku mengalah. Kamu hebat, kamu hacker dan tahu nomorku. Tapi aku merasa dilecehkan, karena aku adalah...

Tanda tanya. Oh, dia enter begitu panjang. Sampai akhirnya, aku menemukan kata yang sangat membuatku terkejut dan ingin pingsan lagi.

Ibu-ibu yang kau temui tadi di Mas Anto.

"GAK MUNGKIN!" teriakku lalu duduk dari tidurku.
"Ibu-ibu tadi itu siapa?" tanya ayah yang sudah baca semua SMS-ku dengan private number alias ibu-ibu itu.
"tadi... aku pergi ke Mas Anto, lalu saat aku membacakan nomornya, ada ibu-ibu dengan tatapan serius dan tidak suka melihat nomorku. Ugh, menyebalkan..." kisahku.
"oh, begitu. Kamu tidak sopan, Fira," nasihat ayah.
"lagi, ibu-ibu sok gaul pakai private number, pantas aku lawan! Aku pun tidak mengira private number itu ibu-ibu." sanggahku jengkel.
"private number? Numbernya terbuka, kok." Ayah bertanya-tanya.
"oohh, iya. Tadi aku meng-hacknya dan aku tahu nomornya sehingga aku dan private number alias ibu-ibu itu, adu mulut," jelasku.
"sekarang kamu tanya alamat ibu-ibu itu." perintah ayah.
"untuk apa?" tanyaku menggerutu.
"ayah ingin mengetahui sosoknya, siapa tahu teman ayah yang tidak mengetahuimu," ungkap ayah. Oke, segera aku tanya dan dapat!
"Komplek Intan Permata Jl. Permata III No.7," aku membacakan alamatnya. "dekat sekali, yah,"
"iya. Ayah akan menemuinya." ayah langsung bergegas. Oh, secepat itu? Sepertinya ayah niat sekali.

***

Tak lama, ayah kembali membawa seorang ibu-ibu. Oh, ibu-ibu tadi!

"Nak, ini teman ayah. Dulunya juga musuh ayah, dan ayah membencinya. Sama seperti kamu, membencinya," ayah memperkenalkan ibu-ibu itu.
"maaf, bu, saya berperilaku sopan," kataku meminta maaf dengan canggung.
"iya, tidak apa. Maaf meneror, hihihi..." ibu itu terkikik kecil. "Ibu Mira." dia memperkenalkan namanya.
"Fira," aku juga memperkenalkan namaku.
"ibu memperhatikanmu karena ibu sering melihatmu bermain volly dilapangan," ucap Ibu mira.
"oh, pantas saja," aku bergumam. Aku seperti pernah melihat ibu ini, dan ternyata dia yang sering menonton pertandingan volly-ku dan teman-teman.

Ah, lenyap sudah amarahku dan terungkap sudah kasus teror SMS Misterius! Dari teror ini, aku belajar untuk menahan amarah. Karena amarahku, Bu Mira jadi marah dan kami adu mulut. Eh, adu SMS! Oke, terima kasih ibu-ibu misterius!

Tuesday, 4 June 2013

Cerpen : Sekolah Ternyata Menyenangkan

Hayy Friends! Kali ini aku mau buat Cerpen lohh.. Cerpen ini aku lombakan di Lomba Buat Cerpen di Grup Fans Majalah Bobo di Facebook. Judulnyaaa... ada di Title! :D
C^H^E^C^K I^T O^U^T

SEKOLAH TERNYATA MENYENANGKAN

Pagi yang cerah, tetapi menyebalkan bagiku. Hari ini sekolah! Huff, hari-hari yang biasa ku isi dengan tiduran di rumah setelah shalat subuh, menjadi harus bangun pagi dan mandi dengan air yang dingin setelah shalat subuh. Begitu pula, kegiatan setiap malam diganti. Yang biasanya aku main Wii, menjadi belajar dan menyiapkan buku. Hhh..

Hari ini aku masuk sekolah kembali. Bangga aku naik kelas, namun menyebalkan harus kembali dengan kegiatan belajar, menyiapkan buku, setelah shalat subuh aku tidak bisa tidur lagi, melainkan siap-siap untuk sekolah dan mandi di pagi hari dengan air yang dingin.

"Salsaaaa... ayo mandi! Jangan tidur-tiduran terus! Bangun! Atau tidak, mama siram kamu dengan air dingin!" Teriak mama yang kuduga sedang memasak bekal untukku di dapur. Aku segera mengambil handuk, lalu bergegas mandi dengan langkah malas. Malas! Rasanya aku ingin membolos saja.

Oh ya, perkenalkan namaku Salsabila Evathya Qathrunanda. Aku keturunan Arab. Aku dipanggil Salsa. Di sekolah, aku dipanggil oleh anak laki-laki arab gokil. Setiap aku datang, mereka(anak laki-laki) selalu berseru, "eh, ada arab gokil!" Aku mendengus kesal. Itu gara-gara video Arab Gokil yang lucu di Youtube. Dan aku tidak punya teman karena kata mereka aku sok cantik. Juga karena aku tidak bergaul dengan teman-teman, aku pendiam.

Back to the Story.

Setelah mandi, aku pakai baju seragam hari senin. Aku melihat jam dinding.
"WHAAAAT?!" aku terperanjat. Jam berapa ini? Hari ini.. Upacara! Bisa-bisa aku dihukum dengan mengangkat sebelah kakiku dan menjewer telingaku sendiri. Di depan para peserta upacara. Tanpa basa-basi, aku segera memakai kaus kaki, membawa tas gendongku, mengambil bekal yang sudah disiapkan mama, lalu bergegas memakai sepatu sambil berteriak, "MAMAAA, AKU BURU-BURU, AKU BERANGKAT YA! ASSALAMUALAIKUM!" sambil berlari menuju pangkalan ojek. Ya, di hari pertamaku sekolah kelas 5 ini, aku disuruh mama pakai ojek di pangkalan. Nanti siang mama janji akan memesan ojek langganan. Oke, aku sampai di sekolah sekarang. OH, NOOO! Pintu gerbang sedang ditutup.. dan aku bengong melihat itu. Haa, Salsa, kamu ini bagaimana sih! Kok malah bengong.. aku berlari dan.. aku menyelip! Yes, bisa ikut upacara dan tidak dihukum.. cukup mengerikan mungkin peristiwa ku ini. Aku menaruh tas di pos, dan aku berlari menuju tempat barisan kelas 5. Hei, aku dibelakang seseorang! Seseorang itu memakai jilbab putih, rambutnya terlihat sampai ke bagian perut. Dia berbalik ke belakang, dan.. wajahnya cantik sekali!

"Hai, kamu anak baru ya?" tanyaku kepadanya.
"Iya, aku anak baru dari Batam. Kamu?" jawabnya ramah, tidak seperti bayangan ku sebelumnya.
"Aku anak lama dari kelas 1. Namaku Salsa. Namamu?" tanyaku lagi penuh senyum.
"Hai, Salsa. Namaku Izza." jawabnya.
"Hei, sedang upacara tidak boleh mengobrol!" tegur pemimpin barisan dari kelas 5B, Fairuz. Aku dan Izza cekikikan lalu berhenti mengobrol.

>>Setelah upacara

"Bolehkah aku duduk denganmu, Izza?" tanyaku kepada Izza.
"Tentu boleh," jawabnya riang.

Di kelas, aku dihibur oleh cerita-cerita Izza. Bukan berarti kami mengobrol terus di saat belajar, hanya saat istirahat saja. Sesekali kami mengobrol hal-hal lucu sehingga kami tertawa. Teman-teman perempuan yang membenciku bingung dan melihat kepadaku. Sekarang, aku di kelas tidak lagi orang yang pendiam. Melainkan selalu tersenyum, tertawa, dan aktif.

"Aku sangat beruntung bisa sekolah, tidak seperti temanku," cerita Izza tiba-tiba. Aku terperanjat.
"Memangnya kenapa temanmu?" tanyaku kaget.
"Temanku tidak punya dana untuk sekolah. Kasihan dia. Dia selalu ku pinjamkan buku. Hasilnya, dia pintar sekarang walaupun tidak sekolah. Dia pintar mencerna pelajaran." jawab Izza dengan senyuman, "namanya Sarah, dia anak yang pantang menyerah dan selalu tersenyum. Ramah pula," sambung Izza. Dalam hatiku, aku kaget sekali. Di dunia ini ada anak yang ingin sekolah?
"Halooo.. Salsa!" ucap Izza membuyarkan lamunanku. "Ada apa? Kok kamu ngelamun?" tanyanya
"Aku memikirkan temanmu itu, Sarah. Selama ini, aku malas sekolah. Aku sangat senang jika liburan tiba. Setelah shalat subuh, aku tidur lagi sampai jam 10. Lalu, malamnya aku tidur jam 11 karena bermain Wii. Tidak pernah belajar." ceritaku. Izza tersenyum.
"Kamu harus merubah sikapmu, Sa! Kamu beruntung lho, bisa bersekolah!" ucapnya. Aku terharu, lalu memeluk Izza. Izza melamun. Begitu pula teman-temanku.
"Terima kasih Za, atas nasihatmu! Mulai sekarang, aku akan merubah sifatku! Aku bersyukur dapat sekolah!" jelasku. Izza tersenyum riang.

Mulai saat ini, aku menjadi anak yang rajin, riang, ramah senyum, dan punya banyak teman. Dan aku tidak menganggap sekolah menyebalkan lagi. Sekolah segalanya bagiku. Di sekolah, aku dan teman-teman sering kali bercanda, ngobrol, curhat, nyanyi, dan lain-lain. Sekolah menjadi sangat menyenangkan. Terima kasih Izza, kau telah menasihatiku. Hasilnya, aku dapat menjadi anak yang baik dan sekolah sekarang menyenangkan bagiku!


~THE END~
#no bully
#maaf kalo jelek
#ini 100% buatan aku! Beneran!
ZahraRaraD_" target="_blank title="Follow Me on Twitter">